BAB 04

04 - 5 Fase Desain Thinking (Detail + Contoh Nyata)

Estimasi Waktu: 35 menit


Gambaran Besar

β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
β”‚                                                           β”‚
β”‚  1. EMPATHIZE    β†’ Pahami orang yang mengalami masalah   β”‚
β”‚                                                           β”‚
β”‚  2. DEFINE       β†’ Rumuskan masalah yang tepat           β”‚
β”‚                                                           β”‚
β”‚  3. IDEATE       β†’ Generate banyak ide solusi            β”‚
β”‚                                                           β”‚
β”‚  4. PROTOTYPE    β†’ Buat versi sederhana untuk ditest     β”‚
β”‚                                                           β”‚
β”‚  5. TEST         β†’ Test dan kumpulkan feedback           β”‚
β”‚                                                           β”‚
β”‚         β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€ ITERATE (ulangi) ────────┐             β”‚
β”‚         β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜             β”‚
β”‚                                                           β”‚
β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜

PENTING: Proses ini NGGAK linear. Kamu bisa balik ke fase sebelumnya kapan saja. Misalnya saat Test, kamu sadar definisi masalahnya salah β†’ balik ke Define. Itu NORMAL dan DIINGINKAN.


Fase 1: EMPATHIZE (Berempati)

Tujuan

Pahami siapa yang mengalami masalah, apa yang mereka rasakan, dan mengapa mereka bereaksi begitu.

Cara Melakukannya

1. OBSERVASI LANGSUNG
   β†’ Tonton bagaimana orang menggunakan sesuatu
   β†’ Perhatikan apa yang mereka LAKUKAN, bukan cuma apa yang mereka BILANG
   β†’ Catat momen frustrasi, kebingungan, atau workarounds

2. WAWANCARA
   β†’ Tanya terbuka: "Ceritain gimana hari-harimu..."
   β†’ Tanya follow-up: "Kenapa begitu?" "Bisa dijelaskan lebih detail?"
   β†’ Dengerin, jangan nge-suggest solusi
   β†’ Tanya "5 WHY" untuk gali lebih dalam

3. PENGALAMAN LANGSUNG
   β†’ Coba sendiri apa yang user alami
   β†’ Dokumentasikan pengalamanmu

Teknik: 5 WHY

Contoh:

Masalah terlihat: "Mahasiswa nggak pakai AI untuk belajar"

WHY 1: "Kenapa nggak pakai?"
β†’ "Karena nggak tahu harus nanya apa ke AI"

WHY 2: "Kenapa nggak tahu harus nanya apa?"
β†’ "Karena mereka nggak paham kemampuan AI"

WHY 3: "Kenapa nggak paham kemampuan AI?"
β†’ "Karena belum pernah dicoba secara serius"

WHY 4: "Kenapa belum pernah dicoba?"
β†’ "Takut kena hukuman akademis kalau ketahuan pakai AI"

WHY 5: "Kenapa takut kena hukuman?"
β†’ "Karena kampus belum punya kebijakan yang jelas soal AI"

AKAR MASALAH: Bukan "mahasiswa malas pakai AI",
              tapi "kurangnya kebijakan dan edukasi AI di kampus"

SOLUSI yang tepat: Bukan "bikin AI yang lebih gampang dipakai",
                  tapi "advokasi kebijakan AI di kampus + edukasi"

Teknik: Empathy Map

β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
β”‚                    EMPATHY MAP                           β”‚
β”‚                                                         β”‚
β”‚  SIAPA: [deskripsi user]                                β”‚
β”‚                                                         β”‚
β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”¬β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”           β”‚
β”‚  β”‚  WHAT THEY SAY   β”‚  WHAT THEY THINK     β”‚           β”‚
β”‚  β”‚                  β”‚                      β”‚           β”‚
β”‚  β”‚  "AI tuh buat    β”‚  "Mungkin AI bisa    β”‚           β”‚
β”‚  β”‚   orang pintar   β”‚   bantu, tapi malu   β”‚           β”‚
β”‚  β”‚   aja"           β”‚   kalau ketahuan"    β”‚           β”‚
β”‚  β”‚                  β”‚                      β”‚           β”‚
β”‚  β”œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€           β”‚
β”‚  β”‚  WHAT THEY DO    β”‚  WHAT THEY FEEL      β”‚           β”‚
β”‚  β”‚                  β”‚                      β”‚           β”‚
β”‚  β”‚  Copy-paste dari β”‚  Frustasi dengan     β”‚           β”‚
β”‚  β”‚  temen, googling β”‚  tugas yang banyak   β”‚           β”‚
β”‚  β”‚  manual, baca    β”‚  Takut ketinggalan   β”‚           β”‚
β”‚  β”‚  berjam-jam      β”‚  tapi bingung mulai  β”‚           β”‚
β”‚  β”‚                  β”‚  dari mana           β”‚           β”‚
β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”΄β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜           β”‚
β”‚                                                         β”‚
β”‚  PAIN (Frustrasi):     Gain (Yang diharapkan):          β”‚
β”‚  - Bingung mulai dari  - Belajar lebih efisien         β”‚
β”‚    mana                - Nggak ketinggalan              β”‚
β”‚  - Takut ketahuan      - Tugas lebih berkualitas       β”‚
β”‚  - Nggak paham AI      - Punya skill baru              β”‚
β”‚                                                         β”‚
β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜

Fase 2: DEFINE (Definisikan Masalah)

Tujuan

Merumuskan masalah yang tepat berdasarkan insight dari fase Empathize.

Template: Problem Statement (How Might We)

FORMAT:
"Bagaimana mungkin kita [AKSI] untuk [USER]
 agar [KEBUTUHAN] karena [INSIGHT]?"

CONTOH:
"Bagaimana mungkin kita bikin panduan AI yang mudah dicerna
 untuk mahasiswa semester awal agar mereka bisa menggunakan AI
 secara bertanggung jawab dalam belajar, karena saat ini
 mereka takut menggunakan AI karena belum ada kebijakan yang jelas?"

Teknik: Point of View (POV) Statement

[USER]        β†’ Mahasiswa semester 1-3
[NEED]        β†’ Cara belajar yang lebih efektif dan efisien
[INSIGHT]     β†’ Mereka tertarik pakai AI tapi takut dan bingung,
                karena belum ada edukasi dan kebijakan yang jelas

PROBLEM:
"Mahasiswa semester awal butuh cara belajar yang lebih efektif,
 tapi mereka tertahan oleh ketakutan dan kebingungan soal AI,
 bukan karena nggak mau menggunakan teknologi."

Ciri Problem Statement yang BAIK

βœ… BAIK:
- Fokus pada kebutuhan USER, bukan solusi
- Berdasarkan INSIGHT, bukan asumsi
- Spesifik tapi tidak terlalu sempit
- Memotivasi untuk eksplorasi

❌ BURUK:
- Sudah include solusi ("Bagaimana bikin chatbot...")
- Terlalu luas ("Bagaimana bikin dunia lebih baik...")
- Berdasarkan asumsi ("User pasti butuh...")
- Tidak ada insight unik

Fase 3: IDEATE (Buat Ide)

Tujuan

Generate sebanyak mungkin ide solusi. Di fase ini, NGGAK ADA ide yang buruk.

Aturan Brainstorming

1. QUANTITY over QUALITY β†’ Makin banyak ide, makin bagus
2. NO JUDGMENT β†’ Jangan kritik ide apapun di tahap ini
3. BUILD ON OTHERS β†’ Modifikasi dan gabung ide orang lain
4. WILD IDEAS WELCOME β†’ Ide gila justru sering jadi yang terbaik
5. ONE CONVERSATION β†’ Fokus, jangan ngobrol hal lain

Teknik: Crazy 8s

1. Lipat kertas jadi 8 kotak (atau pakai timer 8 menit)
2. Setiap 1 menit, gambar/tulis satu ide
3. Nggak boleh perfect, yang penting tercatat
4. Setelah 8 menit, pilih 2-3 ide terbaik
5. Presentasikan ke tim dan kumpulkan feedback

Teknik: β€œHow Might We” Brainstorm

Dari problem statement:
"Bagaimana mungkin kita bantu mahasiswa pakai AI secara
 bertanggung jawab untuk belajar?"

IDE 1:  Workshop AI 1 hari di awal semester
IDE 2:  AI study buddy yang terintegrasi di LMS kampus
IDE 3:  Kebijakan AI yang jelas + template disclosure
IDE 4:  Peer mentoring - mahasiswa senior bantu junior
IDE 5:  Gamified AI literacy program
IDE 6:  AI yang di-set khusus untuk konteks akademis
IDE 7:  Kolaborasi dengan AI company untuk student license
IDE 8:  Komunitas belajar AI di kampus
IDE 9:  AI literacy test yang wajib sebelum boleh pakai
IDE 10: Sebuah card game yang ngajarin AI ethics

Semua ide valid di tahap ini!

Teknik: SCAMPER

Ambil ide yang ada dan modifikasi:

S - SUBSTITUTE: Apa yang bisa diganti?
C - COMBINE:    Apa yang bisa digabung?
A - ADAPT:      Apa yang bisa diadaptasi dari tempat lain?
M - MODIFY:     Apa yang bisa diubah/di-magnify?
P - PUT TO OTHER USE: Bisa dipakai untuk apa lagi?
E - ELIMINATE:  Apa yang bisa dihilangkan?
R - REVERSE:   Bagaimana kalau dibalik?

Contoh:
Ambil IDE 2 (AI study buddy di LMS):
- Substitute: Pakai WhatsApp aja bukan LMS
- Combine: Gabung dengan peer mentoring
- Adapt: Seperti Duolingo tapi untuk AI literacy
- dll.

Fase 4: PROTOTYPE (Buat Prototipe)

Tujuan

Buat versi sederhana dari solusi yang bisa ditest. Prototipe harus CEPAT dan MURAH.

Jenis Prototipe

1. SKETCH / WIREFRAME (5 menit)
   β†’ Gambar tangan layout aplikasi/fitur
   β†’ Gunakan kertas dan spidol

2. PAPER PROTOTYPE (30 menit)
   β†’ Interface yang bisa "diklik" dari kertas
   β†’ User "tap" dan kamu ganti halaman kertas

3. CLICKABLE MOCKUP (1-2 jam)
   β†’ Figma, Canva, atau tools lain
   β†’ Bisa klik tapi belum ada backend

4. WIZARD OF OZ (1 hari)
   β†’ User pikir berinteraksi dengan AI
   β†’ Sebenarnya ada manusia di balik layar
   β†’ Contoh: User chat, kamu manually jawab,
     tapi user pikir itu AI

5. MINIMUM VIABLE PRODUCT (1-2 minggu)
   β†’ Versi paling simple yang bisa ditest
   β†’ Fitur minimal, cukup untuk validate asumsi

Prinsip Prototyping

1. CEPAT β†’ Target: bisa ditest HARI INI atau BESOK
2. MURAH β†’ Jangan invest banyak waktu/uang
3. SPESIFIK β†’ Test SATU asumsi per prototipe
4. BERANI JELEK β†’ Nggak harus cantik, yang penting fungsional

Fase 5: TEST (Uji)

Tujuan

Test prototipe ke user nyata dan kumpulkan feedback jujur.

Cara Testing yang Efektif

1. Pilih tester yang REPRESENTATIF
   β†’ Bukan temen dekat yang bakal bilang "bagus" aja
   β†’ Cari orang yang mirip target user sesungguhnya

2. OBSERVASI, JANGAN INSTRUKSI
   β†’ Jangan kasih tahu cara pakai
   β†’ Liat apakah mereka bisa figure out sendiri
   β†’ Catat momen kebingungan

3. TANYA TERBUKA
   β†’ "Apa yang kamu pikirkan waktu liat ini?"
   β†’ "Apa yang bikin bingung?"
   β†’ "Kalau ini aplikasi beneran, kamu mau pakai nggak? Kenapa?"

4. FOKUS PADA APA YANG DILAKUKAN, BUKAN YANG DIKATAKAN
   β†’ User bisa bilang "keren" tapi nggak pernah pakai lagi
   β†’ Perhatikan BEHAVIOR, bukan OPINION

Template: Feedback Capture

β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
β”‚              TEST FEEDBACK GRID                          β”‚
β”‚                                                         β”‚
β”‚  Tester: [nama]      Tanggal: [tanggal]                β”‚
β”‚  Context: [deskripsi situasi test]                      β”‚
β”‚                                                         β”‚
β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”¬β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”                β”‚
β”‚  β”‚   WORKED WELL  β”‚   DIDN'T WORK     β”‚                β”‚
β”‚  β”‚   (+)          β”‚   (-)             β”‚                β”‚
β”‚  β”‚                β”‚                   β”‚                β”‚
β”‚  β”‚  [apa yang     β”‚  [apa yang        β”‚                β”‚
β”‚  β”‚   berhasil]    β”‚   gagal/frustasi] β”‚                β”‚
β”‚  β”œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€                β”‚
β”‚  β”‚   IDEAS        β”‚   QUESTIONS       β”‚                β”‚
β”‚  β”‚   (!)          β”‚   (?)             β”‚                β”‚
β”‚  β”‚                β”‚                   β”‚                β”‚
β”‚  β”‚  [ide baru     β”‚  [hal yang perlu  β”‚                β”‚
β”‚  β”‚   dari tester] β”‚   investigasi]    β”‚                β”‚
β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”΄β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜                β”‚
β”‚                                                         β”‚
β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜

Contoh Lengkap: Menyelesaikan Masalah dengan 5 Fase

Masalah: β€œMahasiswa bingung mulai belajar AI”

FASE 1: EMPATHIZE
─────────────────
- Wawancara 10 mahasiswa dari jurusan berbeda
- Temuan:
  β€’ 80% tertarik belajar AI tapi bingung mulai dari mana
  β€’ Yang paling ditakutin: "NTAR KETINGGALAN" dan "BAGUSIN CV"
  β€’ Banyak yang udah coba tapi "nggak ngerti apa yang AI jawab"
  β€’ Kendala: bahasa Inggris, konteks terlalu "Amerika"

FASE 2: DEFINE
───────────────
Problem Statement:
"Bagaimana mungkin kita bikin pengalaman belajar AI yang
 relevan untuk mahasiswa Indonesia, sehingga mereka bisa
 mulai menggunakan AI secara percaya diri?"

Asumsi yang perlu divalidasi:
- Mahasiswa butuh KONTEN INDONESIA
- Mahasiswa butuh GUIDE yang step-by-step
- Mahasiswa butuh CONTEXT yang relevan (bukan contoh US)

FASE 3: IDEATE
──────────────
Ide yang dihasilkan:
1. Roadmap belajar AI dalam Bahasa Indonesia
2. "AI Challenge harian" - 1 task AI per hari
3. Study group AI mingguan
4. Template prompt library untuk tugas umum
5. AI mentor yang bisa di-WhatsApp
6. Board game tentang AI literacy
7. Video pendek "AI untuk [jurusan X]" series

Pilih top 3: #1, #4, #2

FASE 4: PROTOTYPE
──────────────────
- Prototype #1 (Roadmap): Google Doc sederhana dengan
  checklist mingguan
- Prototype #4 (Template Library): Google Sheets dengan
  20 template prompt untuk tugas umum
- Prototype #2 (AI Challenge): Post Instagram dengan
  challenge harian

Waktu: 1 hari

FASE 5: TEST
────────────
- Share ke 5 mahasiswa
- Observasi: mana yang paling sering dipakai?
- Feedback:
  β€’ Roadmap bagus tapi terlalu banyak, bikin overwhelmed
  β€’ Template library PALING POPULER - langsung dipakai
  β€’ AI Challenge seru tapi butuh konsistensi

ITERASI:
- Simplify roadmap jadi 4 milestone
- Expand template library (ini yang paling valuable)
- AI Challenge jadi weekly, bukan daily (biar sustainable)

Poin Kunci

  1. Empathize dulu - jangan langsung ke solusi
  2. Define masalah yang tepat - kalau masalah salah, solusi juga salah
  3. Ideate tanpa judgment - makin banyak ide makin baik
  4. Prototype cepat dan murah - jangan perfect dulu
  5. Test ke user nyata - feedback > asumsi
  6. Proses ini iteratif - bolak-balik antar fase itu normal
  7. 5 WHY dan Empathy Map adalah tools yang paling praktis untuk langsung dipakai

Selanjutnya

Materi berikutnya: bagaimana menggabungkan Desain Thinking dengan AI - menggunakan AI sebagai partner di setiap fase untuk supercharge problem solving.


Lisensi: CC BY-NC-SA 4.0