Ini bukan tur fitur. Ini jalur kerja (pipeline) tim kami untuk bawa film dari ide ke bidikan (shot) Seedance jadi — diajarkan sesuai urutan kerja dan standar kami. Di pelajaran terakhir, lu bakal bikin kit produksi sendiri — Elemen lokasi, karakter, properti — dan sutradarai langsung di shot Seedance jadi. Lu juga bakal menilai frame sendiri pakai standar kami.
Tiga bagian. Tiap bagian diakhiri tes. Materi bahas sistem produksi, setup proyek, pilih model, pembuatan aset, tes Seedance, dan deteksi cacat (slop). Batas lulus tes 80%. Tes itu pos pemeriksaan, bukan pajangan. Kalau gagal, baca ulang pelajaran bagian itu.
Ini kerja praktik. Lu selesaikan tugas di studio langsung. Daftar periksa (checklist) baru lulus kalau produk konfirmasi aksi nyata. Ada jatah generate gratis dari Academy untuk tes, buang hasil jelek, dan coba lagi saat latihan.
Kursus diakhiri tugas akhir (capstone) 5 langkah: bikin adegan film masa depan lu sendiri, dari struktur proyek sampai shot Seedance jadi. Selesaikan untuk buka sertifikat publik yang bisa dipajang di LinkedIn.
Akun Higgsfield dengan akses Cinema Studio, dan Claude Cowork. Jalur kerja pakai alat ini mulai pelajaran dua. Kalau belum pernah buka keduanya, ikuti Tur Lengkap dulu. Kursus ini anggap lu sudah biasa pakai studio.
Mau lihat cara kerja Cinema Studio secara penuh dulu? Tonton video panduan YouTube kami. Bagus untuk pemanasan kalau belum biasa dengan kontrolnya.
Semua di sini punya aturan ketat: standar penamaan, pilihan model, aturan potret 25–30%, “tes di Seedance sebelum jatuh cinta pada satu frame”. Lu boleh tidak setuju, asal tahu alasan aturan itu ada. Itu tujuan kursus ini: sebutkan cacatnya secara jelas, jangan cuma dirasakan.
Berikutnya, “Jalur kerja, ujung ke ujung” beri lu peta. Simpan peta ini. Tiap tugas praktik dan tugas akhir ada tempatnya di peta ini.
Sebelum tulis prompt, pahami seluruh jalur kerja. Tiap proyek ikuti empat langkah sama. Ini bukan empat tombol, tapi rantai serah terima (handoff). Satu tahap baru selesai kalau hasilkan input konkret untuk tahap berikutnya. Pelajaran pertama ini adalah petanya.
Empat langkah, urutan tetap. Tiap klip tunjukkan kerja nyata tahap itu. Teks jelaskan hasil akhir (deliverable) yang didapat. Tahap belum selesai kalau hasil akhir belum ada.
Urutan ini penting. Langsung lompat ke “generate” bikin proyek macet. Lu bakal tulis ulang prompt sama 10 kali dibanding berpikir sekali dulu.
Tiap tahap terima sesuatu yang konkret, bukan sekadar ide:
| Handoff | Yang Diserahkan | Alasan Dibutuhkan Tahap Berikutnya |
|---|---|---|
| Brief → Setup | Brief hasil diskusi dengan Claude: shot, dunia, cast, properti, batasan. | Setup bisa siapkan wadah (folder) yang pas tanpa menebak kebutuhan produksi. |
| Setup → Generation | Proyek, folder terstruktur, dan kontrak penamaan. | Tiap aset punya alamat jelas. Aset disetujui jadi file @loc_, @char_, atau @prop_ siap pakai, bukan file hilang arah. |
| Generation → Seedance | Elemen lokasi, karakter, properti yang lolos cek dan dinamai. | Seedance gabungkan piksel asli. Cacat di tahap ini bakal berlipat ganda saat bergerak. |
| Seedance → Review | Tes gerakan dan hasil diagnosis, bukan cuma video. | Review bisa setujui shot atau kirim balik aset cacat untuk diperbaiki. |
Setup tentukan alamat. Generation isi alamat itu. File tidak otomatis jadi input produksi cuma karena file itu ada. Cek dulu, setujui, beri nama, simpan jadi elemen. Bikin lokasi sebelum menilai karakter di dalamnya. Lokasi adalah dasar shot sekaligus tempat uji coba kecocokan karakter.
Deskripsi model dan prompt bagus cuma janji. Piksel adalah bukti nyata. Sebelum masuk Seedance, cek gambar diam (still image) sumber pakai standar kualitas.
Tes bukan sekadar lulus atau gagal. Tes tunjukkan di mana letak salahnya.
Perbaiki serah terima rusak paling awal, setujui lagi, tes ulang. Poles gejala di hilir cuma sembunyikan akar masalah di hulu.
Peta kursus ini:
Tes bagian, ujian akhir, dan tugas akhir (capstone) bakal uji semua bagian ini pakai lokasi, karakter, properti, dan shot Seedance buatan lu sendiri.
Hampir semua berawal dari obrolan dengan Claude. Tapi bukan obrolan biasa sekali pakai. Kita pakai mode Cowork (pilih di kiri bawah kotak pesan, di tab Home) karena proyek butuh memori dan wadah file lokal.
Chat biasa lupa saat ganti sesi. Cowork ingat. Ini ubah cara kerja:
Aktifkan Memory di setting sebelum mulai proyek. Manfaat utama Cowork (konteks bertahan lintas chat) cuma jalan kalau fitur Memory aktif.
Cowork sekarang gabung di tab Home (pilih Chat / Cowork di kotak pesan). Jika tidak ada, update aplikasi Claude lu. Cowork web/mobile masih versi beta (paket Max duluan), tapi akses file lokal tetap butuh aplikasi desktop komputer.
Masuk mode Cowork, aktifkan Generate memory from chat history supaya konteks bertahan di chat berikutnya.
Aset disetujui disimpan di dua tempat: folder lokal Claude milik proyek, dan folder proyek biasa lu. Nama aset mulai dengan @ — ini pengait untuk panggil aset langsung di prompt nanti.
Tiga format bawa seluruh alur kerja:
.md (SKILL.md) berisi aturan topik tertentu. Claude otomatis buka kalau tugasnya cocok, biar kerja sesuai standar.Skill bukan sihir. Itu buku panduan tertulis agar Claude tidak improvisasi asal-asalan. Contoh: skill buat bikin prompt Seedance. Tidak semua .md itu skill, kadang cuma sistem prompt tempelan.
Jangan suruh Claude “bikin prompt” tanpa bahan. Kasih catatan produksi dulu:
.md): Alur cerita dan tujuan shot.@ yang tepat.SKILL.md relevan: Aturan bikin prompt jenis ini..jsx aktif: Nomor shot, durasi, kontinuitas.Beri tahu Claude file mana yang jadi acuan utama. Memori bantu Claude ingat proyek, tapi lu tetap harus pilih brief terbaru.
Pakai template permintaan ini ke Claude (ganti nilai di dalam tanda kurung siku):
Gunakan brief adegan, gambar referensi yang disetujui, SKILL.md yang relevan, dan daftar shot .jsx saat ini dalam proyek Cowork ini.
Siapkan shot [nomor] saja. Pertahankan alur cerita, kontinuitas, dan nama Elemen @ yang disetujui. Jika ada keputusan yang kurang yang akan mengubah shot, tanyakan sebelum menulis. Jangan mengada-ada tentang Elemen.
Kembalikan satu catatan dengan struktur persis seperti ini tanpa kalimat pembuka:
{
"shot": "[nomor]",
"description": "[satu kalimat aksi dan framing]",
"duration": "[detik]",
"elements": ["[@nama]", "[@nama]"],
"prompt": "[satu perintah Cinema Studio lengkap dan mandiri]"
}
Tinjau hasilnya di Claude, lalu simpan ke file shotlist .jsx aktif. Cinema Studio tidak langsung baca file itu: buka proyek dan folder di studio, copas nilai prompt ke Prompt Box, lalu pilih elemen pakai fitur @ picker. Untuk video, isi juga duration. Tag @ yang terlihat di studio harus sama persis dengan catatan.
Handoff selesai: file masuk ke Claude -> catatan shot terstruktur keluar -> prompt & Elemen masuk ke Cinema Studio.
Selesaikan tahap Think: ubah ide acak jadi arahan shot yang matang. Claude bisa susun kalimatnya, tapi tiap keputusan kreatif harus dari lu.
Tidak ada rumus kalimat sakti. Yang ada adalah langkah keputusan: bagi jadi subjek, tindakan, latar, cahaya, kamera/gerakan, dan batasan. Gabungkan 6 jawaban itu jadi satu paragraf. Ide kasar seperti “hari musim panas terik” belum cukup, karena belum jelaskan arah cahaya atau bentuk bayangan.
Tiap bagian paragraf akhir harus punya fungsi: sebut subjek, atur gerakan, bikin latar jelas, buat cahaya logis, arahkan frame/gerakan, atau cegah kesalahan visual. Kalau Claude tambahkan properti, gaya, atau gerakan kamera tanpa izin, tanya tujuannya. Lalu setujui, ganti, atau hapus.
Untuk edit, ubah satu keputusan saja (misal: “pindahkan rumah ke kanan, matahari di luar frame, buat sunset”). Minta Claude tulis ulang seluruh prompt agar semuanya tetap selaras.
Leera adalah keahlian (skill) optimasi prompt lokasi pakai metode 4-D: Deconstruct (Urai), Diagnose (Diagnosis), Develop (Kembangkan), Deliver (Kirim dengan log keputusan).
Simpan kode di bawah sebagai SKILL.md atau tempel langsung ke chat Claude:
Leera.md
Dalam chat ini kita bangun prompt lokasi untuk proyek Higgsfield.
Anda adalah Leera, pakar optimasi prompt tingkat master. Misi Anda: ubah input kasar setengah jadi jadi prompt lokasi presisi siap produksi untuk model gambar sinematik. Jalankan metode 4-D pada tiap brief:
1. URAI (DECONSTRUCT) — kutip kata berguna dari brief saya, petakan ke enam slot: subjek, tindakan, latar, cahaya, kamera/pembingkaian, batasan. Jika target video, masukkan gerakan kamera. Tandai tiap slot: eksplisit, tersirat, atau hilang.
2. DIAGNOSIS — audit celah kejelasan dan ambiguitas. Periksa logika lokasi: satu matahari, pintu/jendela masuk akal, arah bayangan logis menjauhi cahaya. Tiap celah wajib ditanyakan atau beri pilihan default yang diusulkan. Jangan tambah cuaca, properti, gaya, atau gerakan secara diam-diam.
3. KEMBANGKAN (DEVELOP) — bangun prompt dari keputusan disetujui: satu subjek & aksi jelas, latar sekitar, objek jangkar (anchor) seperti sofa/pintu/spanduk untuk taruh karakter nanti, cahaya eksplisit (sumber lembut untuk interior — sinar keras biasanya rusak), palet warna halus (tanpa bayangan terlalu pekat), dan sudut kamera (default sudut 3/4 untuk kedalaman). Tambah gerakan hanya untuk video. Selesaikan dengan batasan kontinuitas. Pakai kata benda konkret, bukan kata sifat kualitas ("dinding kayu lapuk", bukan "indah").
4. KIRIM (DELIVER) — keluarkan prompt hasil optimasi dalam satu paragraf bahasa Inggris, lalu log keputusan. Tiap detail tambahan wajib ditulis alasannya untuk cegah ambiguitas atau kegagalan apa.
Mode operasi:
DETAIL (default untuk lokasi baru) — tanya 2-3 pertanyaan klarifikasi dulu baru optimasi.
BASIC (cepat) — lewati pertanyaan, pakai default minimum, kirim segera.
Aturan iterasi: jika saya beri perubahan ("pindahkan rumah ke kanan, matahari di luar frame, buat sunset"), tulis ulang seluruh prompt lengkap — jangan pernah kasih potongan kode atau fragment saja.
Format respons:
Perintah Anda yang dioptimalkan: [perintah]
Log keputusan: [frasa sumber atau default → keputusan perintah → masalah yang selesai]
Pertanyaan terbuka: [hanya jika ada yang kurang]
Selalu periksa dan setujui log keputusan Leera sebelum pakai prompt-nya. Ini jaga kendali sutradara tetap di tangan lu.
Aset yang disetujui harus mudah dicari lagi. Gunakan pola @tipe_nama-proyek_deskripsi. Pola ini bantu Claude panggil elemen dengan tepat di catatan shot, dan memudahkan lu pilih aset lewat @ picker di Cinema Studio.
Aset adalah file yang dipakai ulang lintas shot: pelat lokasi, lembar karakter, atau properti. Upload file dari folder proyek Cowork ke Higgsfield untuk bikin Element. File lokal dan Element itu beda: prompt memanggil Element menggunakan nama @ yang tersimpan.
Tiga awalan tipe, satu tag proyek, lalu nama deskripsi:
| Awalan (Prefix) | Jenis Aset | Contoh |
|---|---|---|
@loc_ | Lokasi (Locations) | @loc_HG_museum_front |
@char_ | Karakter (Characters) | @char_HG_jaxx |
@prop_ | Properti (Props) | @prop_HG_phone |
Tag tengah adalah kode proyek. Contoh: HG untuk proyek film Hell’s Grind. Sepakati kode proyek dengan tim saat mulai agar nama aset tidak tabrakan antar film.
Alamat akhir wajib pakai @. Cinema Studio otomatis tambahkan @ saat Element dibuat. Panggil nama lengkapnya saat menulis prompt atau memilih aset.
Jika abaikan standar ini, Claude bisa salah panggil aset dan lu bakal buang waktu cari aset manual di studio.
Pola: @<prefix>_HG_<deskripsi>. Gunakan garis bawah (_) untuk deskripsi lebih dari satu kata, bukan spasi atau tanda hubung.
Contoh:
Aset lokasi untuk museum depan proyek HG:
@loc_HG_museum_front
Lokasi adalah dasar. Lokasi bagus bukan cuma pemandangan indah. Aktor harus bisa bergerak di dalamnya, cahaya punya satu logika, kamera bisa tangkap kedalaman, dan sudut kamera lain bisa pertahankan geografi yang sama. Kerjakan pelan-pelan di bagian ini.
Mulai dari ide kasar: “rumah petani 3 lantai di tengah antah berantah, jeep merah di depan, siang hari musim panas”. Lalu lengkapi keputusan yang masih kosong. Claude bantu susun kata, tapi lu yang harus pegang kendali arah visual.
Tanya Claude untuk tulis ulang prompt penuh dan minta log keputusan. Bandingkan dengan aturan. Bukti visual di gambar (bukan keyakinan Claude) yang tentukan lokasi layak pakai atau tidak.
Lokasi logis dibangun dari sebab-akibat. Aturan utama: tentukan geografi, objek jangkar (blocking anchor), logika cahaya, material, dan kedalaman/kontinuitas.
Dua kegagalan sering terlewat:
Contoh referensi lolos tes:
Sudut 3/4 tunjukkan geografi samping dan pisahkan latar depan, tengah, dan belakang. Ini bantu tentukan jarak saat taruh karakter nanti.
Sudut sebaliknya (reverse shot) wajib dites kontinuitasnya: kunci objek jangkar, celah pintu/jendela, arah cahaya, material, dan warna. Bandingkan kedua gambar sebelum pastikan itu lokasi yang sama.
Leera otomatis pakai sudut 3/4 di tahap DEVELOP. Jika lu pakai asisten lain yang tidak otomatis, lu harus minta sudut 3/4 secara eksplisit.
Bidikan lurus depan (head-on) bikin lokasi jadi datar mirip latar belakang panggung. Bagian samping jadi tersembunyi, sehingga saat kamera berputar, AI bakal asal tebak posisi pintu atau dinding.
Lokasi butuh jangkar. Ini objek jelas untuk menambatkan karakter: sofa besar, pintu depan, spanduk jalan. Ganti instruksi “karakter berdiri di kiri” jadi “karakter berdiri di antara lengan sofa kiri dan jendela”. Hubungan objek ini bisa diuji di shot berikutnya, sedangkan arah layar biasa tidak bisa.
Jika tidak butuh geografi luar frame yang presisi (seperti b-roll, montase, cuplikan aksi), satu gambar lebar (wide plate) saja cukup. Shot jarak dekat (close-up) tinggal menyesuaikan. Pakai cara cepat ini hanya jika tidak merusak posisi gerak atau kontinuitas adegan.
Edit bukan langkah penyelamatan aset rusak, tapi bagian dari penyempurnaan input. Hampir semua gambar lokasi butuh polesan: ganti detail, bersihkan objek pengganggu, koreksi warna. Kuncinya: edit tanpa merusak bagian yang sudah bagus.
Jangan pilih satu model. Jalankan paralel dan ambil hasil terbaik:
Jebakan: model edit tidak pernah cuma ubah bagian yang lu minta. Dia diam-diam render ulang seluruh gambar.
Aturan penting: tiap detail yang ditambah atau dihapus harus dimasker ke gambar ASLI di Photoshop. Hanya ubah bagian yang diedit, biarkan sisanya tidak tersentuh. Jangan pernah mengedit ulang file yang sudah hasil editan (edit bertumpuk).
Kunci aturan ini.
Karakter sangat bergantung pada lembar karakternya (character sheet) — gambar referensi untuk Seedance baca identitas orang tersebut. Seedance baca secara harfiah. Cacat pada lembar ini bakal muncul di tiap shot.
Empat langkah wajib berurutan:
Ini templat produksi yang bekerja di semua model. Latar belakang abu-abu netral pekat dan pembagian kolom potret dominan tidak boleh diubah. Tulis ulang bagian CHARACTER pakai Claude.
character-sheet-prompt.md
Character reference sheet of a single consistent female character, presented
on a pure clean deep neutral grey (#3a3a3c) seamless studio background, clean
editorial layout arranged in three vertical sections, horizontal landscape
composition read left to right, identical character identity, lighting and color
grading across every panel for perfect consistency:
— COLUMN 1 (largest, leftmost): chest-up portrait, front view, head and upper
chest in frame, sharp focus on the eyes, soft catchlights in both eyes.
— COLUMN 2: full-body front view, standing relaxed neutral A-pose, arms slightly
away from the body, weight evenly distributed, full figure head-to-toe inside
the frame with even margins.
— COLUMN 3 (rightmost): full-body back view, same standing pose mirrored,
showing hair fall, back posture, garment fit and shoe heels.
CHARACTER (must remain identical in all panels): woman, mid-20s, height ~175cm,
elegant proportions, oval face, sharp high cheekbones, defined but soft jawline,
straight nose, full natural lips, light scattered freckles across the nose and
cheeks, clear fair skin with realistic natural texture and subtle imperfections,
grey-green eyes with detailed iris, well-groomed natural brows, straight auburn
hair with a center part falling just past the shoulders with a soft natural
sheen, neutral calm relaxed expression.
LIGHTING & RENDER: clean soft even studio lighting, large diffused key light
with gentle fill, soft natural shadows, no harsh highlights, true-to-life skin
tones, neutral white balance, minimal high-fashion editorial presentation,
polished modern professional model sheet aesthetic, shot on full-frame camera
with an 85mm lens look, shallow yet controlled depth of field, crisp tack-sharp
detail, high dynamic range, 8k.
Latar abu-abu netral pekat wajib dipasang. Latar putih bikin video pudar, latar hitam menghilangkan detail.
Edit lembar karakter itu ibarat operasi bedah. Jangan pernah generate ulang seluruh gambar untuk perbaiki satu cacat. Masker bagian yang berubah ke file asli.
Satu cacat di lembar karakter bakal muncul di tiap shot buatan Seedance. Contoh: rim light oranye di potret bikin semua shot ikutan kena filter oranye.
Gunakan masker Photoshop untuk gabungkan hasil edit ke file asli. Jangan timpa file editan dengan edit baru secara beruntun.
Gambar diam (still) cuma hipotesis. Jalankan gerakan yang dibutuhkan di Seedance. Ubah satu variabel saja tiap tes untuk tahu letak kesalahannya (di aset sumber atau di arahan gerakan).
Jika mau uji karakter, pakai lokasi yang sudah stabil (geografi, kedalaman, material, cahaya aman). Lokasi yang rusak bikin analisis kegagalan karakter jadi bingung.
Persentase nilai tidak bisa dipakai untuk menyetujui shot. Bukti utamanya adalah nama aset sumber, arahan gerakan, dan hasil visual.
Satu video jelek itu gejala, bukan diagnosis. Bandingkan kegagalan dengan gambar asli:
| Kasus | Diagnosis |
|---|---|
| Cacat ada di gambar asli, atau tetap muncul di bagian yang sama walau arahan gerakan diubah | Masalah Aset Sumber |
| Gambar asli bersih, tapi cacat berubah saat perintah gerakan diubah | Masalah Arahan Gerakan |
| Hasil tidak konsisten atau tidak mengikuti variabel | Hasil Tidak Jelas (perlu tes lebih detail) |
Diagnosis ini hanya berlaku untuk aset dan arahan yang sedang diuji, bukan kesimpulan umum tentang performa model AI.
Cacat (slop) bersembunyi di gambar diam dan bertambah parah saat bergerak. Cek bagian crop gambar secara teliti, temukan cacatnya, lalu tentukan apakah gambar aman dipakai di Seedance.
Adanya cacat di gambar diam adalah alarm untuk setop. Pakai Seedance hanya jika gambar diam lolos pemindaian ini.
Ciri khas GPT slop paling parah: satu pola tekstur sakit menutupi seluruh objek di frame (contoh: pola bungkus plastik menutupi lemari dan bodi mobil sekaligus).
Sering-sering lihat gambar bagus agar mata lu terbiasa dengan tekstur asli (buih ombak, batu hitam, dedaunan basah di bawah langit mendung).
Latih mata lewat aplikasi latihan Spot the Slop. Lakukan sebelum pilih lokasi atau setujui shot akhir.